logoSibia

#Uncategorized

Mendidik Melalui Cerita

by Ibnu Abbas on

Pendidikan melalui cerita adalah penyajian materi pemebelajaran dengan menceritakan kejadian-kejadian masa lampau baik berkaitan dengan ketaatan-ketaatan yang mesti diteladani dan kemungkaran untuk dijauhi dan ditinggalkan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis.[1]
Nabi Muhammad SAW dalam memberikan pelajaran kepada para sahabat seringkali menggunakan metode cerita tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dan kejadian-kajadian masa lalu. Penggunaan metode itu dianggap akan lebih membekas dalam jiwa orang-orang yang mendengarkannya serta menarik perhatian mereka. Allah SWT sesungguhnya telah mengenalkan metode pembelajaran seperti ini kepada Rasulullah SAW seperti firman-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an[2]:
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”.(QS. Hud, 11: 120).
Diantara cerita yang Allah sebutkan di dalam Al-Qurán adalah kisah Luqman Al-Hakim,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
"Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. " (QS 31: 13).
Dalam ayat lainnya Allah menceritakan,
وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub, 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam'" (QS 2: 132).
Metode bercerita sangat efektif, terlebih lagi bila sasarannya anak didik yang masih dalam perkembangan. Dengan mendengarkan suatu cerita, kepekaan jiwa dan perasaan anak tergugah. Di samping itu menurut Muhammad Quthb melalui cerita peserta didik usia pendidikan dasar mempunyai daya tarik yang menyentuh perasaan dan mempunyai pengaruh terhadap jiwa anak dengan memilih cerita sesuai tarap perkembangan jiwa anak.[3]
Terlebih pembelajaran Akhlak melalui Al-Qur’an banyak melalui kisah-kisah yang tertuang di dalamnya. Menurut Abdurrahman An-Nahlawy metode kisah dalam Al-Qur’an berefek positif pada perubahan sikap dan perbaikan niat atau motivasi seseorang.[4]
Sebab-sebab yang dapat memperbaiki, yaitu:

  1. Kisah dalam Al-Qur’an memberikan pengaruh dan nasihat sejak awal hingga akhir.

  2. Membaca kisah Al-Qur’an adalah interaksi atau komunikasi pada jiwa manusia.

  3. Kisah dalam Al-Qur’an bukan merupakan hal asing dalam kehidupan manusia, karena kisah-kisah ini merupakan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi.

  4. Kisah Al-Qur’an membangkitkan rasa religiusitas manusia karena dapat meningkatkan keimanan pada sang pencipta.

  5. Kisah dalam Al-Qur’an mengajak berdialog dan memberikan jawaban terhadap logika-logika manusia secara ilmiah karena dalam kisah-kisah tersebut Allah mengajak manusia untuk selalu berpikir.[5]


(Abu Isra’)

  1. Syahraini Tambak, “Metode Bercerita dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”, dalam Jurnal Al-Thariqah, Vol 1 No. 1 Juni 2016 h, 6-8

  2. Abdul Fattah Abu Ghuddah, Ar-Rasuul Al-Mu’allim, (Beirut: Dar Al-Basyair, 1996) h. 194

  3. Muhammad Quthb, Sistem Pendidikan Islam, terj Salman Harun (Bandung: Al-Ma’arif, 1993) h.325

  4. Abdurrahman An-Nahlawy, Ushul At-Tarbiyah Al-Islamiyyah wa Asâlîbuhâ, (Damaskus: Dar- Al-Fikr, 2008), cet ke 26, h. 189

  5. Ulil Amri Syafri, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an,(Depok: Rajagrafindo Persada, 2014), h 114

Ibnu Abbas

Sed non nibh iaculis, posuere diam vitae, consectetur neque. Integer velit ligula, semper sed nisl in, cursus commodo elit. Pellentesque sit amet mi luctus ligula euismod lobortis ultricies et nibh.